EKONOMI

Viral Sapol PP Tutup Paksa Lapak di Depan Rumah, Pedagang Diminta Pindah ke Pasar Pemda

Foto KATANYA Oleh KATANYA • 22 February 2026
Viral Sapol PP Tutup Paksa Lapak di Depan Rumah, Pedagang Diminta Pindah ke Pasar Pemda


NTT | KATANYA.ID  - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti insiden petugas Satpol PP yang diduga menutup paksa lapak milik seorang ibu penjual sayuran di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Dalam unggahan Instagram @fakta.indo, pada Minggu, 22 Februari 2026, terlihat ibu penjual sayur di NTT itu merasa kesal usai sejumlah petugas mendatangi lapak dagangannya.


Diketahui, penjual sayur tersebut dilarang berjualan meski hal itu dilakukan di teras rumahnya sendiri.


Petugas Satpol PP melakukan penutupan paksa itu lantaran menilai ibu penjual sayur itu membuat pasar tandingan di wilayah setempat.


"Seorang ibu penjual sayuran di Sumba Barat Daya, NTT, dilarang berjualan di teras rumahnya sendiri," demikian tertulis dalam postingan tersebut.


"(Hal itu) oleh petugas Satpol PP karena dituding membuat pasar tandingan," tambahnya.


Nyatakan Hak Berjualan di Area Pribadi


Dalam video yang beredar, sang ibu terlihat bersikeras untuk tidak menutup lapaknya meski mendapatkan peringatan dari petugas Satpol PP.


Hal itu, lantaran dirinya menilai adanya hak yang dimiliki olehnya untuk berjualan di area pribadi.


Di sisi lain, sang ibu menyatakan dirinya hanya berjualan di teras rumahnya.


"Saya ini bukan mengontrak, saya berjualan di rumah sendiri," tegasnya.


Diminta Dagang di Lapak Milik Pemda


Dalam kesempatan yang sama, Petugas Satpol PP sempat berdalih, mereka hanya menegakkan Perda yang dikeluarkan Bupati.


"Iya kami tahu, makanya kami sampaikan, tidak diperkenankan berjualan barang ini sudah terpusat, 


Terlebih, Pemda setempat telah menyediakan tempat khusus bagi para pedagang untuk berjualan. 


"Tolong diangkat ini (barang dagangan), angkat sudah ini," seru petugas Satpol PP lainnya.


Berjualan demi Kebutuhan Anak


Perdebatan kian memanas, setelah petugas Satpol PP meminta ibu penjual sayur itu untuk mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah daerah (Pemda) setempat.


"Jangan bikin pasar tandingan di sini, tolong hargai pemerintah, bukan semaunya seperti ini," kata seorang petugas Satpol PP.


Kendati demikian, sang ibu menolak karena upayanya berdagang demi mencukupi kebutuhan anaknya.


"Kita menjual ini untuk menambah sedikit agar bisa membiayai sekolah anak-anak," tandasnya.


Sampai dengan Minggu, 22 Februari 2026, pukul 15.30 WIB, postingan tersebut telah disukai oleh 84,7 ribu pengguna Instagram.


Hingga kini, belum ada keterangan lanjutan dari pihak otoritas setempat usai viralnya insiden tersebut.(K)


Bagikan Berita Ini: